Kisruh SPTI Pusat Merembet ke Rokan Hulu, Tiga Kepengurusan Saling Klaim

Kriminal 16 Aug 2026 05:13 1 min read 11 views By admin
Kisruh SPTI Pusat Merembet ke Rokan Hulu, Tiga Kepengurusan Saling Klaim
ROKAN HULU, Arjentv.my.id – Kisruh internal Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F.SPTI) di tingkat pusat mulai merembet ke Kabupaten Rokan Hulu. Konflik kepengurusan yang terjadi di pusat kini berdampak pada struktur organisasi di daerah, dengan munculnya tiga kepengurusan PC F.SPTI Rokan Hulu yang sama-sama mengklaim memiliki legitimasi. Tiga kepengurusan tersebut masing-masing berada di bawah versi Ketua Umum CP. Nainggolan, yang di Rokan Hulu dijalankan oleh Ketua PC Afrianto Basir; versi Ketua Umum Surya Bakti Batubara, yang dijalankan Ketua PC Amir Tarigan; serta versi Ketua Umum Muhammad Nasir, yang dijalankan Ketua PC M. Sahril Topan. Pluralisme kepengurusan tersebut tidak hanya menjadi persoalan administratif organisasi. Di lapangan, perbedaan kepengurusan mulai memunculkan perselisihan, termasuk klaim terhadap sejumlah unit kerja di Kabupaten Rokan Hulu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan pekerja dan anggota F.SPTI, terutama ketika masing-masing kelompok membawa legitimasi kepengurusan dari tingkat pusat. Sahril Minta Jangan Saling Klaim Ketua PC F.SPTI Rokan Hulu versi Ketua Umum Muhammad Nasir, M. Sahril Topan, meminta seluruh pihak tidak memperbesar konflik dan menghindari tindakan yang dapat memicu gesekan di lapangan. Menurut Sahril, persoalan kepengurusan di tingkat pusat seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi di tingkat pusat. Jangan sampai konflik tersebut justru dibawa ke daerah dan memecah persatuan para buruh. “Kami berharap semua pihak saling menghormati. Tidak perlu saling klaim dan jangan saling mengganggu. Kalau ada persoalan kepengurusan, sebaiknya diselesaikan di tingkat pusat,” ujar Sahril. Sahril menyebut dirinya telah memimpin PC F.SPTI Rokan Hulu selama kurang lebih 16 tahun. Di bawah kepengurusannya, terdapat sekitar 8.000 anggota buruh yang tersebar di 64 unit kerja di Kabupaten Rokan Hulu. Ia menegaskan, banyaknya versi kepengurusan tidak boleh membuat anggota di tingkat bawah menjadi korban konflik organisasi. Jangan Sampai Buruh Terpecah Sahril juga mengimbau seluruh anggota F.SPTI Rokan Hulu tetap menjalankan aktivitas organisasi dan pekerjaan masing-masing secara profesional serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang terkait konflik kepengurusan. Menurutnya, perbedaan di tingkat elite organisasi tidak seharusnya mengorbankan kepentingan ribuan buruh yang berada di tingkat bawah. “Saya mengimbau seluruh anggota tetap solid, menjalankan tugas dengan baik dan tidak terpengaruh terhadap isu pluralisme kepengurusan SPTI,” tegasnya. Munculnya tiga kepengurusan F.SPTI di Rokan Hulu menjadi gambaran bahwa konflik di tingkat pusat mulai memiliki konsekuensi langsung di daerah. Karena itu, penyelesaian secara organisasi dinilai mendesak agar persoalan klaim kepengurusan dan unit kerja tidak berkembang menjadi konflik terbuka di lapangan. (Red. Robet)

Recent Articles